Secuil Tradisi dari Kampung Yakonde Menyongsong KMAN VI

Informasi

Sentani, 20/9/2022_Masyarakat Adat Kampung Yakonde, terdiri dari lima suku : Suku Daimoe 1 Babiri Imea (Keluarga Ondoafi ),  Daimoe 2 suku (Anetoro) Daimoe 3 Suku ( Temeng Imea l, suku Dawe (Pantara), dan Suku Tungkoye. ( Douge Imea )

Masyarakat Asli Kampung Yakonde terdiri dari 140 KK dan 638 jiwa menganut agama Kristen Protestan.

Donald Tungkoye ( Kepala Suku Douge Imea Yakonde)

Kepala Suku Douge Imea Donald Tungkoye saat dimintai keterangannya terkait tradisi budaya Masyarakat adat kampung Yakonde mengatakan bahwa, dari cerita orang tua mereka secara turun temurun bahwa, Kampung Yakonde Nama Aslinya (Yo Kong) dengan Ondoafi Daimoe.
Pada Zaman dahulu, Yakonde satu bersama dengan Kampung Sosiri dan Kampung Dondai. Mereka Hidup dalam kekerabatan yang kuat (satu Keluarga kandung). Peristiwa-peristiwa pada masa lampau, membuat  dua dari tiga bersaudara Yakonde dan Sosiri tidak menetap bersama Kakak Kandungnya (Dondai)
Yakonde dan kerabatnya memilih tinggal di Yo Tukuru ( Lokasih Pemukiman Awal Mula). Setelah melewati beberapa tahun, mereka kemudian pindah lagi ke tempat “Khayaiware” sampai dengan sekarang.

Rentetan peristiwa-peristiwa yang terus terjadi, diantaranya penyebaran agama Kristen di Danau Sentani hingga ke Kampung Yakonde pada tahun 1926. Kemudian, pemerintahan pun masuk ke kampung ini.
Tradisi masyarakat Kampung Yakonde terjaga dengan baik sampai sekarang, Nilai-nilai budaya (Mang/Mam) Selalu dijunjung tinggi dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Prosesi pengambilan keputusan Adat (Peradilan Adat) selalu mengutamakan musyawarah untuk mufakat, setelah bermusyawarah dan atas pertimbangan dan saran usul dari kepala-kepala suku, barulah, diputuskan/disahkan oleh Ondoafi.
“Dalam persiapan Kongres Masyarakat Adat Ke-VI ini,  bukan hanya pemerintah atau panitia saja yang berperan, tetapi dimasyarakat adat juga sedang melakukan persiapan.

Lanjut Donald, Sebagai Kepala suku Saya diberikan kewenangan oleh Ondoafi untuk mengorganisir setiap persiapan warga,  bertugas mongkoordinir semua persiapan masyarakat. Ini tugas dalam suku besar Tungkoye untuk mendukung ondoafi jika ada rencana pesta besar di kampung kami,”

Kepala suku Douge Imea Donald Tungkoye menambahkan, Hubungan adat dan pemerintah berjalan saling beriringan dalam mendorong masyarakat Yakonde menuju kesejakteraan, sehingga dalam persiapan Kongres Masyarakat Adat Oktober nanti, Pemerintah kampung menyediakan anggaran lalu berkoordinasih dengan Pihak adat, lalu lahirlah kesepakata  tentang  apa yang mau dikerjakan, Contohnya seperti ini, Menjelang Kongres Kami sudah mulai rehap 5 rumah kepala suku,” kata Donald Tungkoye
Untuk nilai budaya yang lain masih terus terjaga dan dilestarikan, umpamanya Bahasa lokal, atau bahasa ibu, hal ini sudah berjalan menggunakan metode Mulok di sekolah, dengan sasaran anak sekolah, atau Generasih masa kini. (Kromsian MC KMAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.