PIHAK PUSKESMAS GENYEM KLARIFIKASIH INFORMASIH TIDAK BENAR YANG BEREDAR DI MEDSOS

Sentani 22/08/2021_ Informasih pelayanan medis yang kurang maksimal dari petugas kesehatan Puskesmas Genyem yang di publis oleh oknum tertentu hari sabtu 21/8/2021 mendapat tanggapan serius dari pihak puskesmas Genyem Distrik Nimboran Kabupaten Jayapura.

Pasalnya, informasih yang beredar di Group akun Facebook ( Info Kejadian Kota/kabupaten Jayapura ) dibantah keras oleh pihak Puskesmas Genyem,  dan  telah mengklarifikasih info yang beredar di medsos kepada pihak-pihak terkait.

Kepala Puskemas Genyem Rohaty majid,S.Tr,Keb

Informasih baru yang didapati bahwa Kepala Puskesmas Genyem Rohaty majid,S.Tr,Keb telah mendatangi rumah oknum yang melakukan publikasih tersebut, dan yang bersangkutan dan keluarganya Suami,dan orang tuanya bersedia mengklarifikasih informasih yang di publis di medsos dan memohon maaf kepada semua pihak atas kejadian ini.

Saat dihubungi via handphone Ibu Rohaty menjelaskan kronologi dari awal bahwa; oknum seorang perempuan ber inisial MA (yg menulis informasih ini di medsos) datang setelah mengalami kasus KDRT (dipukul suaminya) dan ada memar di testa, hanya baru saja datang lalu berdiri-berdiri di depan UGD dan sibuk utak atik Hp, saat itu petugas yang bertugas lagi melayani pasien lain di bagian dalam ruangan.
Ibu Yang bersangkutan (MA) bersama keluarga pasien lain di bagian depan, keluarga pasien lain yang juga mengetahui keadaan ibu ini sebagai korban KDRT juga sempat memberikan keterangan kalau yang bersangkutan datang terburu-buru untuk mendapatkan pelayanan, saat mereka tiba di Puskesmas Korban KDRT tidak tau keadaan sbenarnya di Puskesmas karena maunya ingin mendapat pelayanan lebi dahulu, situasih saat itu di ruang UGD memang lagi kosong beberapa menit karena petugas ada di dalam ruangan tangani pasien lain, saat itu juga sudah soreh hari dan petugas hanya dua orang yang masi ada dan sedang mengurusi pasien.

Kondisi ini yang membuat pasien KDRT (MA) mengambil kesimpulan sendiri karena memang petugas yang lain sementara main voli sama-sama (bukan petugas yg shift jaga UGD).
Keluarga yang mengantarkan pasien lain disitu  membenarkan bahwa dia hanya beberapa menit saja langsung pulang.

Dalam Kondisi emosi (MA) yang baru mengalami masalah KDRT Saat itu ingin mendapatkan pelayanan secepatnya, akibat niatnya tidak terpenuhi, terburu-buru meninggalkan Puskesmas dan melampiaskan pikirannya di medsos sebagai bentuk kekecewaannya.

Salah satu keluarga Pasien saat dimintai keterangan Usai mendengar informasih ini membantah kalau informasih yang beredar itu informasih Hoax, mereka menjelaskan bahwa pihak korban KDRT hanya ingin mendapatkan pelayanan cepatnya seperti yang diharapkan, namun karena kondisi saat itu petugas lagi sibuk dibelakang, mereka langsung pergi dan melampiaskannya di medsos, kalau dibilang tidak ada petugas itu bohong, tegasnya. pemantik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *