Pemalangan Jalan Sentani- Depapre Telah dibuka, Akses Warga kembali Normal.

Sentani,24/3/2022_Pemalangan jalan Sentani – Depapre akirnya di buka setelah personil gabungan dari Polres Jayapura dan Brimob Polda Papua pada kamis 24 maret tiba di lokasi pemalangan kampung sabron sari distrik sentani barat pada siang hari.

Setelah berada di lokasi pemalangan Wakapolres Jayapura Kompol Deddy Agusthinus Puhiri, S.I.K bersama personil langsung membuka pemalangan , menurut Wakapolres saat menyampaikan himbauan kepada masayarakat di bukanya jalan ini karena ada masyarakat yang melapor kalau mereka sempat terkendala karena tertahan untuk melintas

Menyikapi laporan masyarakat tersebut, Kamis,24/3/2022 Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, S.IK., MH meminta agar jalan di buka kembali, untuk menindak lanjuti hal itu, wakapolres Jayapura bersama personil langsung bergeraak ke lokasi pemalangan untuk membuka kembali pemalangan jalan yang di lakukan sejak Rabu, 23 maret 2022

Dalam himbauannya kepada masyarakat yang melakukan pemalangan ( Moy – Tanah Merah ) Wakapolres menyampaikan arahan dari Kapolres terkait pemalangan ini jangan sampai terlalu lama cukup menyampaikan aspirasi kepada pihat terkait karena polisi menerima laporan pengaduan dari masyarakat mereka tidak bisa lewat sedangakan mereka punya keperluhan jadi harus lewat jalan itu.

Wakapolres juga berharap jangan sampai karena pemalangan ini bisa terjadi konflik antara sesama masyarakat kerena bagaimanapun juga jalan merupakan objek vital bagi masyarakat itu sendiri , di harapakan semua pihak pikirkan hal ini kembali sertah bicarakan bagaimana baiknya.

Sempat ada perlawanan dari masyarakat dengan saling beradu argumen masyarakat masih bersikeras tetep memalang jalan , namun dengan terpaksa di buka oleh polisi , ada 3 orang yang sementara di amankan untuk di mintai keterangan lebih lanjut

Ketua DAS Moy ( Dewan Adat Suku ) Nikodemus Yaboisembut memintah kepada pihak kepolisian agar ketiga anak tersebut di pulangkan kembali apabila sudah dimintai keterangan , karena mereka menyuarakan suara kita semua bukan suara mereka saja ” harap ketua DAS Moy.

Menanggapi pembukaan palang ini juga, salah satu tokoh muda Tana Merah Elkana Demianus Serontou dalam status Facebooknya meminta kepada pihak kepolisian agar saudara-saudaranya dari Wilayah adat Moy, para pimpinan aksi pemalangan yang di bawa pihak kepolisian harap hanya dimintai keterangan saja,  jangan lakukan penahanan terhadap mereka, karena mereka bukan memperjuangkan kepentingan mereka, tapi kepentingan banyak orang.
Saat dihubungi Elkana juga menambahkan, bahwa perjuangan Masyarakat Moy dan Tanah merah soal jalan Raya Depapre – Sentani tidak berakhir hari ini, tapi akan ada lagi aksi yang lebi besar nanti menuntut pemerintah provinsi Papua mempertanggung jawabkan pembangunan jalan yang ditinggalkan paska Kasus korupsi. pemantik.id/ Vihky Done

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.